Berwisata Sambil Mengenal Sapi Perah Di Milkindo Green Farm, Kepanjen
Milkindo Green Farm merupakan sebuah CV Milkindo Berka Abadi dan peternakan yang
telah berdiri sejak tahun 1984. Milkindo dikembangkan menjadi Wisata Edukasi sejak
tahun 2014. Wisata Milkindo dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB dan
berlokasi di desa Tegalsari, Kepanjen, Malang. Pemilik dari Milkindo bernama
Bapak Taufan. Milkindo merupakan program dari kementan P4S (Pusat Pelatihan
Pertanian Pedesaan Swadaya). Wisata Edukasi Milkindo ini dulunya hanya berupa
edukasi perah sapi untuk anak sekolahan, tetapi bercermin dari pengalaman
beberapa pengunjung anak-anak yang takut ketika memasuki kandang sapi, maka Milkindo
berusaha memberikan kesan positif kepada anak-anak bahwa wisata edukasi perah
sapi bersifat menyenangkan dan tidak menakutkan seperti yang dibayangkan dengan
dibangun beberapa area taman, seperti taman kelinci, kolam lele, kolam angsa, spot selfie, dan tempat bermain. Tiket
masuk Wisata Edukasi Milkindo hanya dipatok dengan harga 10 ribu/orang dan
sudah mendapatkan gratis susu murni.
Murah bukan? Ya,
tentunya sangat murah ditambah pemberian susu murni yang baik untuk kesehatan.
Selain itu, Wisata Edukasi Milkindo menawarkan beberapa paket wisata, seperti Paket
Calf, Paket Gardening, Paket Fishery, Paket Paddy Field, Paket Poultry, dan
Paket Dairy Farmer yang mana semua paket wisata tersebut memiliki fasilitas dan
harga yang berbeda-beda. Penyusunan paket wisata edukasi
disesuaikan dengan alokasi waktu pada setiap kegiatannya.
Jumlah sapi yang dimiliki oleh
Milkindo saat ini yaitu sekitar 100 ekor. Pemerahan susu sapi di Milkindo
dilakukan setiap hari, karena apabila sapi tidak diperah setiap harri, akan
mengakibatkan kelenjar mamae dari sapi membengkak dan menyebabkan sapi
kesakitan. Waktu pemerahan susu sapi
dilakukan pada waktu yang sama untuk setiap harinya, hal tersebut karena
apabila dilakukan pada waktu yang berganti-ganti maka sapi akan mengalami
stress dan susu yang dihasilkan belum maksimal. Kurun waktu pemerahan susu sapi
yang benar yaitu 24 jam setelah pengambilan susu terakhir. Susu yang dihasilkan
dalam sehari yaitu sekitar 900 liter. Produk susu diolah menjadi susu murni dan
susu kemasan yang memiliki varian rasa berbeda. Produk tersebut dijual langsung
di Milkindo dan sebagian didistribusikan ke pabrik susu nestle.
Arah pengembangan dari bidang usaha
perusahaan ini melalui dua cara yaitu :
1. Pengembangan internal dengan
membangun instalasi biogas dan industri pengolahan sisa olahan limbah yang
dijadikan pupuk organik, yang mana pemanfaatannya dipergunakan untuk perusahaan
yang bersifat berkesinambungan.
2.
Pengembangan external yaitu dengan menjalin pola kemitraan dengan
masyarakat peternak sapi perah disekitar perusahaan dengan tujuan untuk
memperluas jaringan perusahaan sehingga nantinya dapat menambah jumlah
produktivitas susu dan dapat memberikan nilai lebih bagi peternak sapi perah
disekitar perusahaan. Pengembangan external lainnya yaitu dengan melakukan
kerjasama dengan berbagai instansi seperti perusahaan, dan universitas dalam
bentuk mahasiswa kerja praktek, dan berbagai sekolah tingkat TK maupun SD dalam
bentuk kunjungan wisata edukasi sapi perah.
Limbah berupa kotoran sapi selalu dikelola setiap
hari, dengan cara mengumpulkan kotoran sapi, lalu dipindahkan ke tempat
pengeringan limbah, selanjutnya akan terpisah antara limbah cair dengan
padatannya. Pengeringan dilakukan secara manual dengan bantuan sinar matahari.
Limbah cair selanjutnya dialirkan ke sungai buatan yang akan mengaliri
persawahan disekitar Milkindo. Limbah padat akan digunakan sebagai kompos untuk
tumbuhan yang berada di area wisata Milkindo. Berwirausaha jangan hanya
mementingkan keuntungan saja, tapi mari sama-sama jaga lingkungan agar menjadi
suatu karya yang sustainable.


Komentar
Posting Komentar