Mengenal Diatom sebagai Bioindikator Sungai yang Mengalir di Dusun Sendi, Mojokerto
Oleh
Aidatur Rahma (165090101111017)
Praktikum lapang Survey dan Manajemen Data Sumber Daya Hayati (SMDSDH) dilakukan di Dusun Sendi. Dusun Sendi berada di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dusun Sendi ini sudah ada sejak tahun 1918. Dusun Sendi ini lama tidak dihiraukan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, tetapi saat ini Dusun Sendi sudah diakui oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang kemudian diangkat menjadi Desa Adat. Dusun Sendi berada di antara pertemuan lereng Gunung Welirang dan Gunung Anjasmara. Dusun Sendi memiliki Hutan Adat yang memiliki keanekaragaman pepohonan ataupun hewannya sangat baik dibandingkan dengan Taman Hutan Raya R.Soerjo yang letaknya berdekatan dengan Hutan Adat. Dusun Sendi juga memiliki kuliner yang khas, yaitu kuliner Nasi Jagung.
Gambar 1. Dusun Sendi
Dusun Sendi memiliki banyak sumber air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Sumber yang berada di Dusun Sendi yaitu Sumber Panguripan, Sumber Tabut dan Air Terjun Petung. Sumber Panguripan digunakan warga sendi sebagai objek upacara adat untuk memandikan semua warga sendi pada hari Jumat Legi. Sumber Tabut digunakan warga sendi untuk keperluan air sehari-hari. Air terjun petung digunakan untuk mengaliri irigasi pertanian yang ada di daerah Hulu dan sebagai minum ternak.
Gambar 2. Sumber Panguripan
Titik pengambilan sampel untuk mengukur kualitas air bersih yaitu Sumber Panguripan, Air Terjun petung, aliran air di bawah warung nasi jagung dan Air Terjun Pak To. Lokasi sampling Sumber Panguripan berada di Hutan Adat. Sumber Panguripan memiliki aliran air yang tenang. Air Terjun Petung terdapat banyak bambu petung. Aliran Air Terjun Petung sangat deras baik pada musim kemarau ataupun musim hujan. Aliran air terjung petung ini melewati beberapa warung nasi jagung yang nantinya akan dialirkan ke bawah atau hulu. Air terjun Petung ini dimanfaatkan untuk irigasi pertanian dan peternakan. Air terjun Pak To merupakan air terjun buatan yang memiliki tinggi ± 4 meter yang terletak di dekat pintu masuk Sendi Adventure.
Kualitas air dapat dilihat dari parameter fisika-kimia air, selain itu indikator biologi juga penting untuk melihat kualitas air. Kualitas air yang diukur yaitu pH, oksigen terlarut, turbiditas dan konduktivitas. pH diukur menggunakan pH meter, oksigen terlarut diukur menggunakan DO meter, turbiditas diukur menggunakan turbidimeter dan konduktivitas diukur menggunakan konduktivitimeter. Indikator biologi yang digunakan untuk mengukur kualitas air yaitu perifiton. Apa itu Perifiton? Perifiton merupakan sekumpulan mikroorganisme yang tumbuh dan melekat pada substrat yang tenggelam dalam air. Kenapa harus menggunakan perifiton? Perifiton digunakan karena perifiton merupakan salah satu organisme air yang memiliki sensitifitas tinggi. Perifiton diambil dengan cara mengambil substrat yang tenggelam di perairan seperti batu ataupun daun yang sudah lama kering di perairan. Batu atau daun kemudian disikat menggunakan sikat gigi. Sampe perifiton kemudian diberi formalin untuk pengawet dan CuSO4 untuk menjaga klorofil.
Gambar 3. Tim Perairan SMDSDH saat di Air terjun Pak To
Identifikasi sampel perifiton dilakukan di Laboratorim Ekologi dan Diversitas Hewan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang. Identifikasi perifiton menggunakan Mikroskop cahaya. Hasil identifikasi ditemukan banyak spesies. Spesies yang banyak ditemukan di Sumber Panguripan yaitu Nitzschia sp. tergolong spesies toleran yang dapat dijadikan sebagai indikator terjadinya eutrofikasi pada air. Stasiun Air Terjun Petung dan Aliran Warung Nasi Jagung banyak ditemukan Coelastrum sp. yang mana tergolong spesies toleran yang dapat dijadikan sebagai indikator air tercemar, sedangkan stasiun Air Terjun Pak To tidak terjadinya dominansi spesies, tetapi terjadi kodominan antara Nitzschia sp. dengan Stephanodiscus sp. yang mana keduanya dapat dijadikan sebagai indikator air yang eutrofikasi.
Gambar 5. Coleastrum sp.
Gambar 6. Stephanodiscus sp.
Gambar 7. Taxa Richness dan Indeks Diversitas Perifiton
Selain itu dilakukan analisis Indeks Diversitas Shannon Wiener. Analisis Indeks Diversitas Shannon Wiener menggunakan program Microsoft Excel 2010. Indeks Diversitas tertinggi terdapat pada Air Terjun Pak to yang berarti keragaman di stasiun tersebut tinggi dan tidak terjadi suatu dominansi oleh satu spesies, nilai Indeks Diversitas yang lebih dari >3 menunjukkan kualitas air yang bagus, apabila mendekati 1 maka air tergolong tercemar. Taksa yang ditemukan dari tiap stasiun tertinggi terdapat pada Air Terjun Pak To. Hal tersebut berbanding lurus dengan Indeks Diversitas yang mana apabila kekayaan taksa yang ditemukan semakin banyak, maka Indeks Diversitas juga semakin tinggi (Gambar 5).
Diharapkan pembaca dapat mendapatkan informasi yang diinginkan dan menjadi acuan referensi untuk berwisata dan menjaga perairan di Dusun Sendi.



Komentar
Posting Komentar